Jumat, 22 November 2013



TEORI KECERDASAN GANDA DAN PENERAPANNYA DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN
  1. A. Pendahuluan
Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu proses pengembangan potensi individu. Melalui pendidikan, potensi yang dimiliki oleh individu akan diubah menjadi kompetensi. Kompetensi mencerminkan kemampuan dan kecakapan individu dalam melakukan suatu tugas atau pekerjaan. Tugas pendidik atau guru dalam hal ini adalah memfasilitasi anak didik sebagai individu untuk dapat mengembangkan potensi yng dimkili menjadi kompetensi sesuai dengan cita-citanya. Program pendidikan dan pembelajaran seperti yang berlangsung saat ini oleh karenanya harus lebih diarahkan atau lebih berorientasi kepada invidu peserta didik.

Kenyataan menunjukkan bahwa program pendidikan yang berlangsung saat ini lebih banyak dilaksanakan dengan cara membuat generalisasi terhadap potensi dan kemampuan siswa. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahman pendidik tentang karakteristik individu.
Jerold E. Kemp dan kawan-kawan mengemukakan (1996) beberapa karakteristik individu siswa yang perlu difahami antara lain :
  • Age and maturity level
  • Motivation and attitude toward subject
  • Expectation and vocational level
  • Special Talent
  • Mechanical Dexterity
  • Ability to work under various enviro condition.
Salah satu karakteristik  penting dari individu yang perlu difahami oleh guru sebagai pendidik adalah bakat dan kecerdasan individu. Guru yang tidak memahami kecerdasan anak didik akan memiliki kesulitan dalam memfasilitasi proses pengembangan potensi individu menjadi yang dicita-citakan. Generalisasi terhadap kemampuan dan potensi individu memberikan dampak negatif yaitu siswa tidak memiliki kesempatan untuk mengebangkan secara optimal pternsi yang aa pada dirinya. Akibat penanganan salah seperti yang dilakukan oleh sistem persekolahan saat ini kita telah kehilangan bakat-bakat cemerlang. Individu-individu yang cerdas tidak dapat mengembangkan potensi diri mereka secara optimal.
Teori Kecerdasan Ganda (Multiple Inteligence) yang dikemukakan oleh Howard Gardnerseorang professor psikologi dari Harvard University – akan dijadikan acuan untuk lebih memahami bakat dan kecerdasan individu. Tulisan ini bertujuan untuk membahas dan lebih memahami tentang upaya yang perlu dilakukan oleh guru dan pendidik dalam membantu memfasilitasi pengembangan potensi individu peseta didik.
  1. B. Siswa adalah Individu yang Unik
Pada dasarnya siswa adalah individu yang unik. Setiap siswa memiliki potensi dan kemempuan yang berbeda antara yang satu dengan yang lain. Tidak semua individu memilki profil intelegensi yang sama. Setiap individu juga memilki bakat dan minat belajar yang berbeda-beda.
Pada era membanjirnya informasi dan pengetahuan seperti yang terjadi sekarang ini tidak semua individu harus mempelajari semua informasi. Setiap individu harus bersifat selektif dalam menentukan keterampilan dan pengetahuan yang akan dipelajari. Individu harus memilki pilihan untuk memilih apa yang ingin dipelajari dan bagaimana mempelajarinya.
Setiap siswa memang memiliki potensi yang berbeda – beda dan memilki pilihan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya, namun ada beberapa pengetahuan dan kerterampilan dasar yang perlu dimiliki oleh siswa setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah yaitu kemampuan atau kompetensi dalam bidang :
  • Bahasa (linguistic)
  • Matematika (math)
  • Ilmu Pengetahuan Sosial (social sciences)
  • Ilmu Pegetahuan Alam (Natural Sciences)
Keempat bidang ini dapat dipandang sebagai kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh individu siswa setelah lulus dari sekolah.
  1. C. Jenis-Jenis Kecerdasan
Howard Gardner (1983) mengemukakan bahwa pada dasarnya manusia memiliki tujuh jenis kecerdasan dasar yaitu :
  • Kecerdasan bahasa
  • Kecerdasan matematis logis
  • Kecerdasan spasial
  • Kecerdasan kinestetis jasmani
  • Kecerdasan musikal
  • Kecerdasan interpersonal
  • Kecerdasan  intrapersonal
Terakhir, Gardner menambahkan satu kecerdasan lagi yaitu kecerdasan naturalis.
  1. 1. Kecerdasan Bahasa
Kecerdasan bahasa berisi kemampuan untuk berfikir dengan kata-kata dan menggunakan bahasa untuk mengekspresikan arti yang kompleks. Contoh orang-orang yang memiliki kecerdasan bahasa yaitu
  • Pengarang
  • Penyair
  • Wartawan
  • Pembicara
  • Pembaca berita
  1. 2. Kecerdasan Matematis/Logis
Kecerdasan logis matematis memungkinkan seseorang terampil dalam melakukan hitungan, penghitungan atau kuantifikasi, mengemukakan proposisi dan hipotesis dan melakukan  operasi matematis yang kompleks. Contoh – contoh orang yang memiliki kecerdasan matematis logis adalah ilmuwan, matematikawan, akuntan, insinyur, dan pemrogram komputer
  1. 3. Kecerdasan Spasial
Orang yang memiliki kecerdasan spasial adalah orang yang memiliki kapasitas dalam berfikir secara tiga  dimensi. Contoh – contoh orang yang memiliki kecerdasan spasial  adalah pelaut, pilot, pematung, pelukis daan arsitek. Kecerdasan spasial memungkinkan individu dapat mempersepsikan gambar-gambar baik internal maupun eksternal dan mengartikan atau mengkomunikasikan informasi grafis.
  1. 4. Kecerdasan Kinestetik
Kecerdasan kinestetik tubuh adalahkecerdasan yang memungkinkan seorang memanipulasi objek dan cakap melakukan akt vfRtas fisik. Contoh-contoh orang yang memiliki kecerdasan kinestetik yaitu atlet, penari, ahli bedah, dan pengrajin.
  1. 5. Kecerdasan Musikal
Kecerdasan musikal dibuktikan dengan adanya rasa sensitif terhadap nada, melodi, irama musik. Orang-orang yang memilki kecerdasan musikal yang baik antara lain ; komposer, konduktor, musisi, kritikus musik, pembuat instrumen dan orang-orang sensitif terhadap unsur suara.
  1. 6. Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan interpersonal adalah kapasitas yang dimiliki oleh seseorang untuk dapat memahami dan dapat melakukan interaksi secara fektif dengan orang lain. Kecerdasan interpersonal akan dapat dilihat dari beberapa oranng seperti; guru yang sukses, pekerja sosial, aktor, politisi. Saat ini orang mulai menyadari bahwa kecerdasan interpersonal merupakan salah satu faktor yang sangat kesuksesan seseorang.
  1. 7. Kecerdasan Intrapersonal
Kecerdasan intrapersonal diperlihatkan dalam bentuk kemampuan dalam membangun persepsi yang akurat tentang diri sendiri dan menggunakan kemampuan tersebut dalam membuat rencana dan mengarahkan orang lain.
  1. 8. Kecerdasan Naturalis
Keahlian mengenali dan mengkategorikan spesies-flora dan fauna di lingkungannya. Para pecinta alam adalah contoh orang tergolong sebagai orang – orang yang memiliki kecerdasan ini.
Gardner juga mengelompokkan ketujuh kecerdasan manusia menjadi tiga kelompok yaitu:
  • Kelompok kecerdasan yang terkait dengan objek (object related) noleh objek yang dihadapi.
  • Kelompok  kecerdasan bebas objek (object free) yaitu kelompok kecerdasan yang tidak dipengaruhi oleh objek, tapi dipengaruhi  oleh sistem bahasa dan musik yang didengar.
  • Kelompok kecerdasan yang dipengaruhi hubungan dengan orang lain (person related) yaitu kelompok yang bertalian dengan interksi dengan orang lain.
  1. D. Kegiatan untuk Meningkatkan Kecerdasan Ganda
Sejumlah cara atau metode dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan – kemampuan individu. Setiap metode digunakan untuk meningkatkan jenis  kecerdasan yang spesifik yaitu:
  • Meningkatkan kecerdasan bahasa dapat dilakukana dengan cara mengadakan permainan merangkai kata, buatlah buku harian atau usahakan untuk menulis tentang apa saja yang ada dalam pikiran setiap harinya sebanyak 250 kata, dan sediakan waktu untuk bercerita secara teratur dengan keluarga atau sahabat.
  • Cara untuk meningkatkan kecerdasan spatial yaitu  seringlah berlatih permainan gambar tiga dimensi, puzzle, kubus, dan teka-teki visual lainnya, dekorasi ulang interior dan taman rumah, buatlah struktur benda dengan logo, atau bahan mainan tiga dimensi lainnya.
  • Meningkatkan kecerdasan matematis logis dapat dilakukan dengan cara berlatih menghitung soal-soal matematika sederhana di kepala ( berapa 21 X 40 dalam 5 detik), pelajari cara menggunakan sempoa, sering-seringlah mengisi teka-teki silang/asah otak lainnya.
  • Kecerdasan musikal dapat dilatih  dengan cara mengunjungi konser atau pertunjukan musik, bernyanyilah di kamar mandi atau di manapun yang memungkinkan untuk bersenandung, luangkan waktu selama satu jam setiap minggu untuk mendengarkan gaya musik yang tidak dikenal akrab (western, jazz, country, world music ,dll).
  • Meningkatkan kecerdasan kinestetik dapat dilakukan dengan carai bergabung dan berlatih berdsama dengan klub olahraga di lingkungan, pelajarilah kegiatan dansa, kumpulkanlah berbagai  macam benda yang memiliki beragam tekstur dan bentuknya khas, cobalah  kenali benda-benda tersebut dengan mata tertutup.
  • Cara atau metode yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal yaitu: belilah kotak kartu nama, penuhi dengan nama kontak bisnis, teman, kenalan, kerabat, dan orang lain, serta tetaplah menjalin hubungan dengan mereka; luangkan waktu selama 15 menit setiap hari untuk mempraktekkan mendengarkan secara aktif dengan pasangan hidup atau sahabat dekat; bekerjasamalah dengan satu orang atau lebih dalam sebuah proyek yang berdasarkan pada kesamaan minat (seni kain perca, pemain bass, penulisan artikel tentang pantai).
  • Meningkatkan kecerdasan intrapersonal dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : pilihlah tokoh favorit yang positif, dan baca serta jadikan mereka sebagai kawan imajinasi dalam memecahkan suatu permasalahan yang membutuhkan waktu pemahaman yang dalam, lakukanlah sesuatu yang menyenangkan diri sekurang-kurangnya sekali sehari, luangkan waktu sekitar sepuluh menit setiap sore hari untuk meninjau kembali secara mental berbagai macam perasaan dan gagasan yang dialami.
  • Metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kecerdasan naturalis antara lain  peliharalah hewan favorit, tingkatkan frekuensi melihat acara-acara mengenai program flora dan fauna, (ini yang paling mudah) cobalah untuk menahan dari untuk tidak merusak  lingkungan, seperti mencorat-coret meja, menginjak rumput kantor, memetik bunga yang sedang tumbuh.
Tabel berikut (Tabel. 1.) menggambarkan tentang kecenderungan dan kegemaran dan  perilaku yang dapat dimati dan metode belajar yang dapat diterapkan untuk mengoptimalkan masing-masing kecerdasan.
Tabel. 1. Kecenderungan dan Metode Belajar yang dapat digunakan untuk meningkatkan Kecerdasan Ganda
JENIS KECERDASAN
KECENDERUNGAN /
KEGEMARAN
METODE BELAJAR
Bahasa / Verbal
Gemar :
-  membaca
-  Menulis
-  Bercerita
-  Bermain kata
Membaca, menulis, mendengar
Matematis Logis
Gemar :
-   bereksperimen
-   tanya jawab
-   menjawawab teka-teki logis
Berhitung, aplikasi rumus, eksperimen
JENIS KECERDASAN
KECENDERUNGAN /
KEGEMARAN
METODE BELAJAR
Spasial
Gemar :
-  Mendesain
-  Menggambar
-  Berimajinasi
-  Membuat sketsa
Observasi, menggambar, mewarnai, membuat peta
Kinestetik tubuh
Gemar :
-  menari
-  berlari
-  melompat
-  meraba
-  memberi isyarat
Membangun, mempraktekan. menari, ekspresi
Musikall
Gemar :
-  bernyanyi
-  bersiul
-  bersenandung
Menyanyi, menghayati lagu, mamainkan instrumen musik
Interpersonal
Gemar :
-  memimpin
-  berorganisasi
-  bergaul
-  menjadi mediator
Kerjasama dan interaksi dengan orang lain
Intrapersonal
Gemar :
-  menyusun tujuan
-  meditasi
-  imajinasi
-  membuat rencana
-  merenung
Berfikir filosofi, analitis, berfikir reflektif
Naturalis
Gemar :
-  bermain dengan flora fauna
-  mengamati alam
-  menjaga lingkungan
Observasi alamdan mengidentifikasi karakteristik flora dan fauna
  1. E. Faktor – Faktor Penting dalam Implementasi Teori Kecerdasan Ganda
Implementasi teori kecerdasan ganda dalam aktivitas pembelajaran memerlukan dukungan komponen-komponen sistem persekolahan sebagai berikut :
  • Orang tua murid
  • Guru
  • Kurikulum dan fasilitas
  • Sistem penilaian
Komponen masyarakat, dalam hal ini orang tua murid, perlu memberikan dukungan yang optimal agar implementasi teori kecerdasan ganda di sekolah dapat berhasil. Orang tua, dalam konteks pengembangan kecerdasan ganda perlu memeberikan sedikit kebebasan pada anak mereka untuk dapat memilih kompetensi yang ingin dikembangkan sesuai dengan kecerdasan dan bakat yang mereka miliki.
Guru memegang peran yang sangat penting dalam implementasi teori kecerdasan ganda. Agar implementasi teori kecerdasan ganda dapat mencapai hasil seperti yang diinginkan ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu :
  • Kemampuan guru dalam mengenali kecerdasan individu siswa
  • Kemampuan mengajar dan memanfaatkan waktu mengajar secara proporsional.
Kemampuan guru dalam mengenali kecerdasan ganda yang dimiliki oleh siswa merupakan hal yang sangat penting. Faktor ini akan sangat menentukan dalam merencanakan proses belajar yang harus ditempuh oleh siswa. Ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk mengenali kecerdasan spesifik yang dimiliki oleh siswa. Semakin dekat hubungan antara guru dengan siswa, maka akan semakin mudah bagi para guru untuk mengenali karakteristik dan tingkat kecerdasan siswa.
Setelah mengetahui kecerdasan setiap individu siswa, maka  langkah – langkah berikutnya adalah merancang kegiatan pembelajaran. Armstrong (2004) mengemukakan proporsi waktu yang dapat digunakan oleh guru dalam mengimplementasikan teori kecerdasan ganda yaitu :
  • 30 % pembelajaran langsung
  • 30 % belajar kooperatif
  • 30% belajar independent
Implementasi teori kecerdasan ganda membawa implikasi bahwa guru bukan lagi berperan sebagai sumber (resources), tapi harus lebih berperan sebagai manajer kegiatan pembelajaran. Dalam menerapkan teori kecerdasan ganda, sistem sekolah perlu menyediakan guru-guru yang kompeten dan mampu membawa anak mengembangkan potensi-potensi kecerdasan yang mereka miliki. Guru musik misalnya, selain mampu memainkan  instrumen musik, ia juga harus mampu mengajarkannya sehimgga dapat menjadi panutan yang baik bagi siswa yang memiliki kecerdasan musikal.
Sekolah yang menerapkan teori kecerdasan ganda juga perlu menyediakan fasilitas pendukung selain guru yang berkualitas. Fasilitas tersebut dapat digunakan oleh guru dan siswa dalam meningkatkan kecerdasan-kecerdasan yang spesifik.
Fasilitas dapat berbentuk media pembelajaran dan peralatan serta perlengkapan  pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kecerdasan ganda. Contoh fasilitas pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kecerdasan ganda antara lain : peralatan musik, peralatan olah raga dan media pembelajaran yang dapat digunakan untuk melatih kecerdasan spesifik.
Sistem penilaian yang diperlukan oleh sekolah yang menerapkan teori kecerdasan ganda berbeda dengan sistem penilaian yang digunkan pada sekolah konvensional. Sekolah yang menerapkan teori kecerdasan ganda pada dasarnya berasumsi bahwa semua individu itu cerdas. Penilaian yang digunakan tidak berorientasi pada input dari proses pembelajaran tapi lebih berorientasi pada proses dan kemajuan (progress)  yang diperlihatkan oleh siswa dalam mempelajari suatu keterampilan yang spesifik. Metode penilaian yang cocok dengan sistem seperti ini adalah metode penilaian portofolio. Sistem penilaian portofolio menekankan pada perkembangan bertahap yang harus dilalui oleh siswa dalam mempelajari sebuah keterampilan atau pengetahuan.
  1. F. Penutup
Setiap individu memiliki potensi yang unik yang harus dikembangkan menjadi kompetensi. Pendidikan merupakan suatu proses yang dilakukan untuk mengembangkan potensi individu menjadi kompetensi. Manusia, pada dasarnya,  memiliki beberapa jenis kecerdasan yang menonjol. Howard Gardner, seorang pakar psikologi dari Harvard University, mengemukakan delapan jenis kecerdasan yang meliputi kecerdasan:
  • Bahasa
  • Matematis logis
  • Spasial
  • Musikal
  • Kinestetis tubuh
  • Interpersonal
  • Intrapersonal
  • Naturalis
Dalam mengimplementasikan teori kecerdasan ganda di sekolah, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan yaitu : masyarakat dan orang tua, guru, kurikulum, fasilitas pembelajaran dan sistem penilaian.
Strategi pembelejaran kecerdasan ganda bertujuan agar semua potensi anak dapat berkembang. Strategi dasar pembelajarannya dimulai dengan :
  • Membangun/memicu kecerdasan
  • Memperkuat kecerdasan
  • Mengajarkan dengan/untuk kecerdasan
  • Mentransfer kecerdasan
Sedangkan kegiatan-kegiatan dapat dilakukan dengan cara menyediakan hari-hari karir, studi tour, biografi, pembelajaran terprogram, eksperimen, majalah dinding, papan display, membaca buku-buku untuk mengembangkan kecerdasan ganda, membuat table perkembangan kecerdasan anda, atau human intelligence hunt
☻☺♥☺☻
DAFTAR PUSTAKA
Armstrong, T., 2002. Sekolah Para Juara  : Menerapkan Multiple Intelegences di Dunia Pendidikan. Bandung : Kaifa
Budiningsih, C. Asri, 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta.
Campbel, L, et al. 1996. Teaching and Learning through Multiple Intelegences. Massachusetts : Allyn and Bacon
Dalton, J. 1990. Creative Thinking and Cooperative Talk in Small Group. Australia : Thomas Nelson
Dryden, G.S. 1999. Revolusi Cara Belajar : Keajaiban Pikiran. Bandung : Kaifa
Meier, Dave. 2000. The Accerated Learning Handbook : A Creative Guide to Designing and Delivering Faster, More Effective Training Programs. Massachusetts : Allyn and Bacon



PENDIDIKAN ISLAM HOLISTIK  KOMPREHENSIF
A.   Dampak dari kemajuan zaman.
1.    Era globalisasi:
a.       Integrasi Ekonomi, adalah sebuah kondisi dimana perdagangan terbuka atau pasar bebas antar bangsa membawa segala produk kebutuhan yang dapat mempengaruhi bangsa indonesia yang berakibat timbulnya persaingan tidak sehat.   
b.      Fragmentasi Politik, adalah sebuah kondisi dimana setiap individu semakin menuntut untuk diperlakukan secara lebih adil, demokratis, manusiawi dan egaliter (kedudukan yang sama), tuntutan ini dilakukan dengan alasan hak azasi manusia dengan cara anarkis, main hakim sendiri. 
c.       High Tecknology, (teknologi tinggi) adalah penggunaan alat komikasi berteknologi tinggi, bisa berhubungan jarak jauh yang dapat mengubah interaksi penyalahgunaan peralatan teknologi yang dapat merusak moral untuk melakukan tindakan kriminal.  
d.      Interdependensi (saling ketergantungan), adalah sebuah keadaan antar bangsa di dunia saling membutuhkan hidup satu sama lainya hingga terjadi saling mendominasi hingga timbulnya penjajahan.
e.      New colonization in culture (kolonisasi budaya baru), adalah keadaan dimana suatu bangsa lebih menguasai bangsa lain karena didukung peralatan teknologi canggih hingga budaya barat yang hedonistik (kesenangan), matrialistik (mementingkan kebendaan semata), pragmatis dan sekuralistik mendominasi kehidupan bangsa indonesia.
2.    Masyarakat urban.
Ingin mengubah kehidupan dikota dengan serba cepat dan instan, ikut bersaing memperebutkan kebutuhan hidup yang makin tinggi yang tidak didukung dengan keahlian, keterampilan, pengetahuan dan mental, hal ini mengakibatkan tidak dapat menguasai diri, stres karena kegagalan. Untuk mengatasinya, yaitu keluar dari rasional dengan cara datang pada seorang paranormal.
3.    Pembangunan
Pembangungan lebih menekankan pada fisik semata dengan maksud membuka lapangan kerja, pembangungan ini tidak seimbang dengan populasi tenaga kerja yang tumbuh begitu cepat, menjadikan tenaga kerja menjadi pada posisi daya tawar yang rendah sehingga terjadi dehumanisasi dan dis lokasi.

4.    Budaya hipokrit (munafik)
Menghalalkan segala cara dengan cara berbohong, satu sisi dia menjalankan ibadah, tapi disi lain masih senang juga dengan berbuat maksiat atau berprilaku yang merugikan orang lain.
5.    Kehidupan individualistik dan banyak menyimpan rahasia.
Hidup menyendiri menyimpan perasaan yang berlebihan  dengan mengisolir diri dari kehidupan nyata dapat menyebabkan mencari kehidupan lain sebagai pelarian misalnya minum alkohol dan menggunakan narkoba.
B.      Pengertian Pendidikan Holistik
Secara historis, pendidikan holistik sebetulnya bukanlah hal yang baru bagi dunia  pendidikan di Indonesia, bila melihat dari sejumlah jumlah mata pelajaran terdapat pendidikan umum dan pendidikan Agama Islam, kedua kelompok mata pelajaran saat ini berjalan secara terpisah. Untuk menyatukan keduanya diperlukan  melaksanakan pendidikan holistik.
Holistik adalah saduran kata dari bahasa Inggris yaitu “Holistic”. Holistik adalah saduran kata dari bahasa Inggris yaitu “Holistic” yang menekankan pentingnya keseluruhan dan saling keterkaitan antara satu dengan bagian yang lainya .
Jika kata holistik ini dipakai dalam rangka pelayanan kepada orang lain yang membutuhkan, maka mempunyai arti layanan yang diberikan kepada sesama atau manusia secara utuh, baik secara fisik, mental, sosial dan spiritual mendapat perhatian yang seimbang
Pendidikan holistik merupakan suatu filsafat pendidikan (pandangan hidup seseorang dalam upaya mengembangkan potensi fisik, karsa, cipta maupun rasa menjadi nyata) yang berangkat dari pemikiran bahwa pada dasarnya seorang individu dapat menemukan identitas, makna dan tujuan hidup melalui hubungannya dengan masyarakat, lingkungan alam, dan nilai-nilai spiritual. 
Dalam dunia Islam, terminologi holistik dapat diwakili dengan istilah kaffah. Istilah ini seperti termaktub dalam al-Quran:
“ Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan...” (Q.S. al-Baqarah/2: 208)
Bentuk yang sebaik-baiknya tersebut, menurut Ibnu Thufail, merupakan ketiga aspek fundamental dalam pendidikan, yaitu ranah kognitif, afektif, maupun psi komotorik. Ketiganya merupakan syarat utama bagi tercapainya tujuan pendidikan yaitu mewujudkan manusia seutuhnya dengan memadukan pengetahuan alam melalui penelitian diskursif, dan pengetahuan agama yang berdasarkan wahyu melalui para Nabi dan Rasul, sehingga mewujudkan sosok yang mampu menyeimbangkan kehidupan vertikal dan kehidupan horizontal sekaligus.
Definisi pendidikan holistik lainnya dikemukakan oleh para sarjana muslim pada Konferensi Dunia Pertama tentang Pendidikan Islam,  menyatakan bahwa:
Pendidikan harus bertujuan mencapai pertumbuhan kepribadian manusia yang menyeluruh secara seimbang melalui latihan jiwa, intelek, diri manusia yang rasional, perasaan, dan indera. Karena itu, pendidikan harus mencapai pertumbuhan manusia dalam segala aspeknya: spiritual, intelektual, imajinatif, fisik, ilmiah, bahasa, baik secara individual maupun secara kolektif, dan mendorong semua aspek ini ke arah kebaikan dan mencapai kesempurnaan. Tujuan terakhir pendidikan Muslim teietak dalam perwujudan ketundukan yang sempurna kepada Allah baik secara pribadi, komunitas, maupun seluruh umat manusia.
Maksudnya kurang lebih, seperti dinyatakan oleh Akhmad Sudrajat sebagai berikut:
Pendidikan holistik merupakan suatu filsafat pendidikan yang berangkat dari pemikiran bahwa pada dasarnya seorang individu dapat menemukan identitas, makna dan tujuan hidup melalui hubungannya dengan masyarakat, lingkungan alam, dan nilai-nilai kemanusiaan seperti kasih sayang dan perdamaian.
Istilah pendidikan holistik muncul dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam peraturan tersebut, holistik di definisikan sebagai cara memandang segala sesuatu sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan bagian lain yang lebih luas.
C.      Tujuan Pendidikan holistik.
Tujuan pendidikan holistik adalah membantu mengembangkan potensi individu dalam suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan menggairahkan, demoktaris dan humanis melalui pengalaman dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Melalui pendidikan holistik, peserta didik diharapkan dapat menjadi dirinya sendiri (learning to be). Dalam arti dapat memperoleh kebebasan psikologis, mengambil keputusan yang baik, belajar melalui cara yang sesuai dengan dirinya, memperoleh kecakapan sosial, serta dapat mengembangkan karakter dan emosionalnya (Basil Bernstein).
Jika merujuk pada pemikiran Abraham Maslow, maka pendidikan harus dapat mengantarkan peserta didik untuk memperoleh aktualisasi diri (self-actualization) yang ditandai dengan adanya: (1) kesadaran; (2) kejujuran; (3) kebebasan atau kemandirian; dan (4) kepercayaan.
Pendidikan holistik memperhatikan kebutuhan dan potensi yang dimiliki peserta didik, baik dalam aspek intelektual, emosional, fisik, artistik, kreatif, dan spritual. Proses pembelajaran menjadi tanggung jawab personal sekaligus juga menjadi tanggung jawab kolektif, oleh karena itu pembelajaran lebih diarahkan pada bagaimana mengajar dan bagaimana orang belajar.
D.       Strategi pembelajaran holistik
Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam mengembangkan strategi pembelajaran holistik, diantaranya:
1.       Menggunakan pendekatan pembelajaran transformatif;
2.       Prosedur pembelajaran yang fleksibel;
3.       Pemecahan masalah melalui lintas disiplin ilmu,
4.       Pembelajaran yang bermakna, dan
5.       Pembelajaran melibatkan komunitas di mana individu berada.
Dalam pendidikan holistik, peran dan otoritas guru untuk memimpin dan mengontrol kegiatan pembelajaran hanya sedikit dan guru lebih banyak berperan sebagai sahabat, mentor, dan fasilitator. Forbes (1996) mengibaratkan peran guru seperti seorang teman dalam perjalanan yang telah berpengalaman dan menyenangkan.
Sekolah hendaknya menjadi tempat peserta didik dan guru bekerja guna mencapai tujuan yang saling menguntungkan. Komunikasi yang terbuka dan jujur sangat penting, perbedaan individu dihargai dan kerjasama lebih utama dari pada kompetisi.
Gagasan pendidikan holistik telah mendorong terbentuknya model-model pendidikan alternatif, yang mungkin dalam penyelenggaraannya sangat jauh berbeda dengan pendidikan pada umumnya, salah satunya adalah homeschooling, yang saat ini sedang berkembang, termasuk di Indonesia.
E.       Ciri kurikulum pendidikan holistik
Prof. Dr. H. Qomari Anwar, MA mengatakan ada 10.
1.       Spiritualitas yang merupakan jantung dari setiap proses dan praktik pembelajaran.
2.       Pembelajaran diarahkan agar siswa menyadari akan keunikan dirinya dengan segala potensinya. Mereka harus diajak untuk berhubungan dengan dirinya yang paling dalam (inner self, sehingga memahami eksistensi, otoritas, tapi sekaligus bergantung sepenuhnya kepada pencipta-Nya).
3.       Pembelajaran tidak hanya mengembangkan cara berpikir analitis/linier tapi Juga intuitif.
4.       Pembelajaran berkewajiban menumbuhkembangkan potensi kecerdasan ganda.
5.       Pembelajaran berkewajiban menyadarkan siswa akan keterkaitannya dengan komunitasnya sehingga mereka tak boleh mengabaikan tradisi, budaya kerjasama, hubungan manusiawi, serta pemenuhan kebutuhan yang tepat guna.
6.       Pembelajaran berkewajiban mengajak siswa untuk menyadari hubungannya dengan bumi dan masyarakat non manusia seperti hewan, tumbuhan, dan benda-benda tak bernyawa (air, udara, tanah) sehingga mereka memiliki kesadaran ekologis.
7.       Kurikulum berkewajiban memperhatikan hubungan antara berbagai pokok bahasan dalam tingkatan transdisipliner adalah merupakan cara mengeintegrasikan dan atau mentransformasi bidang-bidang pengetahuan dari multi atau berbagai perspektif untuk meningkatkan pemahaman masalah yang dicoba dipecahkan untuk meningkatkan pilihan di masa mendatang, sehingga hal itu akan lebih memberi makna kepada siswa.
8.       Pembelajaran berkewajiban menghantarkan siswa untuk menyeimbangkan antara belajar individual dengan kelompok (kooperatif, kolaboratif, antara isi dengan proses, antara pengetahuan dengan imajinasi, antara rasional dengan intuisi, antara kuantitatif dengan kualitatif).
9.       Pembelajaran adalah sesuatu yang tumbuh dan berkembang hingga menemukan cakrawala yang luas.
10.   Pembelajaran adalah sebuah proses kreatif dan artistik.
F.       Indikator Pendidikan Holistik
Pendidikan holistik memiliki beberapa indikator, yakni ;
1.       Cinta  kepada Allah dan seluruh ciptaan-Nya;
2.       Tanggungjawab,
3.       Didisiplin  dan mandiri jujuran/amanah dan arif;
4.       Hormat dan santun serta dermawan,
5.       Suka menolong dan bergotong royong/kerjasama;
6.       Percaya diri,
7.       Kreatif dan pekerja keras;
8.       Menjadi pemimpinan yang adil, baik, rendah hati dan punya rasa toleransi,
9.       Memiliki Kedamaian dan rasa kesatuan.
Sementara pendekatan pendidikan holistik, lanjut Qomari, membutuhkan suasana belajar yang efektif, menyenangkan, dan dapat mengembangkan seluruh aspek dimensi manusia secara holistik  dan komprehensif harus menjadi prioritas untuk diterapkan.
Begitu pula materi pelajaran dan pendidikan yang sifatnya holistik adalah materi yang lebih memperhatikan pada minat dan bakat anak sesuai dengan kecerdasan/potensi yang ada pada diri anak tersebut. Kecerdasan yang dimaksud meliputi pandai mengolah kata; pandai mempersepsikan apa yang dilihat pandai dan peka dalam hal musik; pandai dalam keterampilan olah tubuh dan gerak; pandai dalam sains dan matematika; pandai memahami pikiran dan perasaan orang lain; pandai dan peka dalam mengenali emosi diri sendiri; pandai dan peka dalam mengamati alam.


Kecerdasan Ganda
jenis kecerdasan
kecenderungan /
kegemaran
metode belajar
Bahasa
Gemar :
-  membaca
-  Menulis
-  Bercerita
-  Bermain kata
Membaca, menulis, mendengar
Matematis Logis (kemahiran mengolah angka)
Gemar :
-   bereksperimen
-   tanya jawab
-   menjawawab teka-teki logis
Berhitung, aplikasi rumus, eksperimen
Spatial  (kemampuan atau kecerdasan menggambar dan bervisualisasi).
Gemar :
-  Mendesain
-  Menggambar
-  Berimajinasi
-  Membuat sketsa
Observasi, menggambar, mewarnai, membuat peta
Kinestetik tubuh (belajar sambil berberak)
Gemar :
-  menari
-  berlari
-  melompat
-  meraba
-  memberi isyarat
Membangun, mempraktekan. menari, ekspresi
Musik
Gemar :
-  bernyanyi
-  bersiul
-  bersenandung
Menyanyi, menghayati lagu, mamainkan instrumen musik
Interpersonal
Gemar :
-  memimpin
-  berorganisasi
-  bergaul
-  menjadi mediator
Kerjasama dan interaksi dengan orang lain
Intrapersonal
Gemar :
-  menyusun tujuan
-  meditasi
-  imajinasi
-  membuat rencana
-  merenung
Berfikir filosofi, analitis, berfikir reflektif
Naturalis
Gemar :
-  bermain dengan flora fauna
-  mengamati alam
-  menjaga lingkungan
Observasi alamdan mengidentifikasi karakteristik flora dan fauna